Rabu, 27 November 2013

KONFRENSI PERS MENUNTUT KEJAGUNG UNTUK TURUN KE KEPRI !!!



     Mahasiswa pada umumnya mempunyai tanggungjawab dan peran penting didalam menjalankan tugasnya sebagai agent of change dan social of control. Didalam hal ini Jaringan Informasi Mahasiswa Kepulauan Riau akan melakukan aksi pada tanggal 28 November 2013 dengan menindak lanjuti kasus Suryatati Amanan yang sebelumnya telah disuarakan oleh aktivis dari Jaringan Informasi Mahasiswa Kota Tanjungpiang pada tanggal 16 Oktober 2013, aksi ini dilatar belakangi oleh tindakan dari Kejati Kepri yang dianggap mandul karna tidak mampu mengambil sikap atas penyimpangan yang telah dilakukan oleh Suryatati Amanan serta mengeluarkan surat perintah penghentian penyelidikan (SP3), hal ini kami anggap merupakan sebuah tindakan yang sangat mengecewakan. Untuk itu kami akan melakukan aksi dengan tuntutan sebagai berikut :

Aktivis Jaringan Informasi Mahasiswa Kepri
Salam sejahtera untuk kita semua HIDUP MAHASISWA HIDUP MAHASISWA HIDUP MAHASISWA MERDEKA!!
   PERNYATAAN SIKAP
JARINGAN INFORMASI MAHASISWA 
  • Menuntut menyelesaikan kasus pengadaan unit sekolah baru, menurut audit BPK kerugian Negara sebesar 1,8 miliyar yaitu pada tahun 2009. Pengadaan unit sekolah tersebut berada dijalan Srikaton, kampung Purwodadi di kelurahan Pinang Kencana dengan luas 34802 meter persegi dengan anggaran2,9 miliyar.
  • Menuntuk kejelasan uang yang dikembalikan oleh Suryatati Amanan atas kasus korupsi rumah dinas.
  • Kami juga menuntut tidak ada penghentian kasus pengembalian uang dan harus diselidiki sampai menemukan titik terang karna terbukti adanya pengembalian uang yang dilakukan oleh Suryatati  Amanan, sudah jelas dalam pasal 4 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dengan UU No 22 Tahun 2011 ditegaskan, bahwa pengembalian uang Negara tidak menghapuskan pidananya pelaku tindak pidana.
  • Menuntut agar kejati Kepri agar tetap melanjutkan penyelidikan Suryatati Amanan, seperti yang diinstruksikan oleh kejaksaan Agung.
  • Menuntut kejaksaan Agung turun ke Kepri menuntaskan Suryatati Amanan.
HARGA MATI UNTUK SEBUAH KEBENARAN
Ketika Usul Ditolak Tanpa di Timbang
Suara di Bungkan tanpa Alasan
Di Tuduh Subversif dan Mengganggu Keamanan
Hanya Ada Satu Kata LAWAN !!!


Koordinator Lapangan


Hairul Anwar