Selasa, 25 Februari 2014

Gerakan Ayo Membaca JIM Kota Tanjungpinang


Membaca seharusnya menjadi suatu kegiatan yang dibiasakan sejak kecil oleh anak-anak indonesia. Karena dengan membaca maka dapat menambah wawasan dan mengetahui secara fakta secara jelas dari buku-buku atau bisa dikatakan merupakan suatu referensi untuk dalam proses belajar mengajar. Oleh karenanya Jaringan Informasi Mahasiswa (JIM) kota tanjungpinang melakukan kegiatan "Gerakan Ayo Membaca" di kawasan tanjungpinang barat yang berada di RT 04/RW 03, RT 05/RW 03 dan RT 06/RW 03.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dari pengabdian masyarakat JIM kota tanjungpinang kepada masyarakat untuk dapat membiasakan anak-anaknya membaca dari sejak dini. Karena dengan membaca dapat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurut Imaduddin sebagai ketua Jaringan Informasi Mahasiswa (JIM) kota tanjungpinang, "membaca adalah sesuatu yang harus dibiasakan sejak dini, dan membaca merupakan kegiatan yang seru apabila dilakukan dengan bersama-sama. Selain itu membaca juga dapat menambah wawasan, karna sudah jelas buku adalah jendela dunia. Ketika kita berilmu, orang tidak akan memandang sebelah mata".

Kegiatan "Gerakan ayo membaca" mendapat apresiasi yang sangat baik dari warga RT 04/RW 03, RT 05/RW 03 dan RT 06/RW 03 karena dihadiri oleh oleh seluruh anak-anak warganya. Kegiatan ini mendapat antusias yang luar biasa dari anak-anak yang sudah menunggu kegiatan ini.

Menurut Beintan sebagai ketua panitia gerakan ayo membaca menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menjadikan anak-anak malas untuk membaca "yang pertama dengan membiasakan anak-anak mendengarkan maka menjadikan anak-anak malas dalam membaca, hal ini adalah sesuatu yang menjadi turun-temurun di Indonesia yang seharusnya sudah mulai diubah untuk dibiasakan membaca. kedua harus adanya kevariatifan dalam pola belajar dan mengajar, maksudnya adalah dalam belajar mengajar disekolah untuk lebih ditekankan kembali membaca ketimbang harus mendengar omongan guru yang dapat membosankan, oleh karena itu harus ada keseimbangan antara guru untuk menjelaskan pelajaran dengan membaca. Ketiga harus adanya pengawasan orang tua dalam permainan anak (playstation), karena di era modern ini anak-anak lebih condong untuk bermain game dari pada membaca oleh karenanya playstation merupakan faktor yang paling membuat anak-anak malas belajar".

Lebih lanjut menurut Beintan "dengan adanya bantuan dari orang tua untuk menumbuhkan minat baca sangatlah penting, karena dengan membaca dapat menambah ilmu sekaligus menambah luas wawasan anak-anak.

Kegiatan gerakan ayo membaca ini tidak akan terhenti sampai sini saja, melainkan ini akan menjadi suatu kegiatan yang akan rutin dilaksanakan oleh Jaringan Informasi Kota Tanjungpinang.
(Imaduddin Abdurrachim / @imadd)