Sabtu, 04 Mei 2013

DEMI TANAH MELAYU YANG KU PIJAK(HAIRUL ANWAR)

Anak asli melayu  ini bernama hairul anwar akrab di panggil Irul lahir 21 tahun yang lalu tepatnya tanggal 08    maret 1992  di kampung semalir kabupaten lingga dengan 3 bersaudara,
hidup dari keluarga yg kurang mampu karna keadaan sosial di daerah tersebut yang hampir tidak pernah terjamah oleh pemerintah pusat maupun daerah, ini membuat hairul tidak putus asa dalam mengeyam pendidikan di tanah melayu kelahiranya tersebut, irul bersekolah di SD N 037 lingga utara dengan jarak tempuh 5 km dari kediamanya tersebut dengan berjalan kaki, dengan semangatnya irul melanjutkan sekolah ketempat yang lebih jauh dari sebelumnya dan dia terpaksa menumpang di salah satu MASJID di lingga dan bersekolah di MTS lingga, SMA N 01 lingga setelah itu irul mencoba untuk memutuskan berkuliah di universitas maritim raja ali haji meskipun irul tau kondisi keluarganya pada waktu itu tidak memungkinkan untuk berkuliah tapi dengan semangat dalam diri untuk menunjukan bawasanya orang kampung juga berhak bersekolah dengan layak,
hairul anwar juga terdapataptar sebagai anggota di GPPM kepri  dan menjabat  sebagai wakil ketua ikatan mahasiswa kabupaten lingga (IMKL) dari sinilah irul mulai merasakan dengan berorganisasi irul bisa memperluas wawasan dan membawa misi untuk belajar memberikan pengetahuan dan kemajuan di kampung halamannya,hairul belajar untuk melawan semua jenis penindasan pada akhirnya hairul bergabung dalam organisasi mahasiswa garis kiri JIM KEPRI yang pada waktu itu masih menjabat sebagai anggota di jim kota    seiring waktu berjalan kesempatan dan wawasan yang dia miliki membawa dia menjadi ketua di DPC JIM LINGGA dengan aggenda awal AKSI 7 EX-NAPI LINGGA yang berhasil hairul selesaikan 
atasa nama tirani yang menindas hairul anwar tetap melawan 
dukungan orang tua dalam menyelesaikan kuliahnya tidak menghentikan langkahnya untuk terus berbuat dan bertindak demi masyarakat lingga yang sejahtera

                 -lebih baik mati berdiri dari pada hidup di bawah penindasan-

Rabu, 01 Mei 2013

OPEN REQRUITMENT JIM Tanjungpinang

OPEN REQRUITMENT JIM Tanjungpinang
 Inyonk Bae My pin 2311a527 
 Deazy Adyusi Sandy my wsapp: 083184624101
line, wechat id: deazmii ;))
twtter: @deazysandy

DARI KALIMANTAN SAMPAI TANJUNGPINANG DEMI PERUBAHAN (IMADUDDIN ABDURACHIM)

(Imaduddin Abdurachim)
3 tahun lalu pria ini datang ke kota gurindam untuk melanjutkan study di Universitas Maritim Raja Ali Haji, pria ini bernama Imaddudin Abdurrachim  biasa di panggil Imad. Pria yang lahir di Balikpapan 24 April 1992 ini menyelesaikan pendidikan di SMA Patra Dharma Balikpapan Angkatan 2010 Kota Balikpapan. 

Karir organisasinya mulai ketika dia masuk ke dalam Himpunan Mahasiswa di internal kampus HIMANEGARA, ikut serta dalam OC BEM NUSANTARA. Dari sinilah Imad merasakan organisasi sangat penting dalam dalam kehidupan bersosial. Imad mulai masuk kedalam organisasi JIM KEPRI menjadi anggota. Tidak di sangka dalam masa pengkaderan Imad melakukan gerakan aksi penolakan kedatangan Presiden Republik Indonesia SBY dengan tema " TOLAK PRESIDEN GALAU", ini membuat dia di perhatikan oleh beberapa senior di JIM KEPRI. Imad semakin aktif dalam organisasi, mulai dari BKPK PROV KEPRI, SAPMA PP KOMISARIAT FISIP UMRAH, LSM PECEL'S, dan atas ketekunan yang dia jalani Imadd menjabat sebagai KETUA JARINGAN INFORMASI MAHASISWA KOTA TANJUNGPINANG. Dukungan ayah dan ibunya adalah motivasi dia untuk terus belajar dan bekerja di semua bidang yang dia tekuni. (redaksijimkepri)


Hidup bukan dimulai dari rahim dan ditutup di liang kubur. Akan tetapi, hidup adalah bilangan kebermanfaatan kita bagi orang lain. Dan kebermanfaatan tidak akan terhenti ketika kita sudah sampai kubur. Menjadi cahaya kecil dlm kegelapan. Demikianlah hidup mengajarkan kita..(imadd)

DPC JIM SE KEPRI

ALLHAMDULILLAH
TELAH TERBENTUK DPC TIAP KABUPATEN KOTA DIANTARANYA

DPC JIM KOTA TANJUNGPINANG
 IMADDUDIN ABDURACHIM
DPC KAB.LINGGA
HAIRUL ANWAR

























DPC JIM NATUNA
































DPC BINTAN
ARI SUSANTO (INYONK)

















JIM DAN BURUH ADVOKASIDI BINTAN TIMUR

Bintan, IsuKepri.com – Sengketa pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh manajement PT. Pulau Bintan Djaya terus berlanjut. Beberapa aktifis Jaringan Informasi Mahasiswa (JIM) Kepri mendatangi lokasi demonstran yang menuntut keadilan kepada PT. PBD, Selasa (8/1/2013).
Ari Sunandar, Koordinator JIM Kepri mengatakan kepada IsuKepri.com bahwa kehadiran mereka adalah dalam upaya memberikan dukungan moril kepada para buruh yang di PHK.
” Kami merasa terpangil terhadap nasib teman-teman buruh yang di PHK secara sepihak oleh PT. PBD, ” ujar Ari.
Ari juga mengatakan bahwa, pemutusan sepihak ini tentunya melanggar ketentuan yang berlaku yakni UU No. 13 Tahun 2003 terkait ketenagakerjaan. Disana disebutkan bahwa ada pasal yang mengatakan bahwa perusahaan tidak boleh melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak.
” Kami melihat, upaya PHK yang dilakukan oleh PT. PBD sudah mengangkangi UU No. 13 tahun 2003. Tentunya hal ini melawan hukum, ” tambar Ari.
Sehari sebelumnya, ratusan karyawan melakukan demonstrasi terhadap pabrik pengolahan karet terbesar di Bintan tersebut. Namun sebenarnya pihak perusahaan hanya melakukan PHK terhadap 36 buruh saja, namun karena asas solidaritas dan kebersamaan maka hampir sebagian besar buruh PT tersebut juga ikut melakukan aksi.
Aksi yang sempat ricuh karena adanya upaya pembubaran paksa oleh kepolisisan, bahkan tindakan kekerasan mengakibatkan kemarahan beberapa buruh.
“Saat itu, polisi langsung menghalau dan secara membabi-buta menyerang sejumlah peserta demo. Ada yang ditinju, dipijak dan diseret, lalu dipukuli hingga sebagian peserta demo ada muka dan bibirnya lecet dan lebam,” kata Marcos Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) FFSPMI di PT PBD kepada salah satu media.
JIM Kepri akan membentuk team bantuan hukum terhadap buruh – buruh yang di PHK, minimal mereka harus mendapatkan hak-haknya sebagai buruh di PT. PBD. (Slk)

JIM Gelar Demo, Minta Menteri Turun ke Kepri

TANJUNGPINANG, www.kepribangkit.com – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Informasi Mahasiswa (JIM) menggelar aksi demo di Pamedan Tanjungpinang pada Kamis 18 April 2013.
Aksi demo diikuti sekitar 35 personil JIM dan berlangsung dengan tertib. Dalam orasinya, mereka meminta Menkumham agar segera mempercepat pengesahan tentang Undang Undang Pencabulan kepada wanita. Selanjutnya juga meminta Mendagri agar lebih tegas terhadap oknum kepolisian, dalam menanggapi kasus.
JIM juga menyoroti beberapa pejabat di Kepri yang berkasus tetapi oleh pihak aparat kepolisian seolah didiamkan. “Seperti kasus salah seorang pejabat di Diknas Provinsi Kepri yang sampai sakarang tidak jelas penyelesaiannya. Kita minta Depdagri menegur aparat kepolisian yang ada di Tanjungpinang,” kata Koordinator JIM Kepri Ari Susanto dalam orasinya.
Ari Susanto juga meminta Menteri Pemberdayaan Perempuan turun di Provinsi Kepri untuk melihat kinerja P2TP2A yang terkesan mandul. Demikian Menteri Pendidikan juga diminta turun ke Provinsi Kepri untuk memberikan pelatihan kepada oknum pendidik serta melakukan pencopotan baik formal maupun non formal kepada pendidik yang terbukti melakukan kesalahan cukup fatal, seperti halnya kasus pencabulan.
“Jangan sampai timbul opini masyarakat bahwa Menteri Pendidikan seolah olah menutupi kesalahan. Ini persoalan serius yang menyangkut anak bangsa. Pemerintah harus secepatnya ambil tindakan,” ujar Ari.
Menurut Ari, salah seorang pejabat di lingkungan Diknas Kepri yang berinisial At selain diduga terkait tindak pidana pencabulan, juga ada indikasi terlibat dalam tindak pidana korupsi pembangunan Madrasyah Aliyah Negeri di Bintan Timur. “Namun hingga saat ini yang bersangkutan tidak tersentuh hukum. Kita juga mensinyalir ada korupsi senilai Rp500juta lebih dari total anggaran sekitar Rp822 juta,” ungkapnya. Menurutnya kasus dugaan korupsi ini sudah masuk Pengadilan Negeri, namun tidak ada langkah lebih lanjut untuk hal ini. (heny)

TANGKAP DAN ADILI

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG-  Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Jaringan Informasi Mahasisiwa (JIM) Kepri menggelar unjuk rasa di bundaran lapangan Pamedan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Kamis (18/4). Mereka menuntut Atmadinata Kabid Diksar di Dinas Pendidikan Kepri diadili karena diduga mencabuli Mt (22) dan Yn (20).

"Kami menuntut agar aparat penegak hukum segera menindak tegas dan mengadili Atmadinata sesuai proses hukum yang berlaku. Ada apa sebenarnya? Kok aparat penegak hukum hanya diam saja. Jangan seolah-olah ada permainan dan mediasi," seru Adith, mahasiswa yang orasi di tengah 30an mahasiswa tersebut.  Para mahasiswa tersebut berharap aparat hukum menindak tegas Atmadinata. Jangan sampai ada pejabat yang kebal hukum.

"Kalau bapak-bapak polisi sebagai pengayom masyarakat, tolong tangkap dan adili Atma. Baru kemarin kita dengar ada kepala sekolah mencabuli anak-anak muridnya. Dan dihukum. Karena itu, kami minta Atma diadili sekarang juga. Jangan biarkan dia berkeliaran begitu saja," timpal Imad, orator lainnya.

Peran polisi sebagai aparat penegak hukum, kini menjadi sorotan utama JIM Kepri. Ari Sunandar, koordinator lapangan (Korlap) JIM Kepri dalam unjuk rasa itu, menegaskan, Ad terkesan kebal hukum. Sebab, hingga saat ini, dia belum juga diproses oleh aparat penegak hukum, meskipun pihak korban sudah membuat laporan kepada pihak kepolisian.

"Kami melihat Ad ini terkesan kebal hukum. Pada 2007 lalu, Ad dan rekannya PB pernah terganjal kasus pembangunan MAN di Bintan Timur dengan dana sebesar Rp 1 miliar dari APBD. Kedua orang itu diduga korupsi Rp 500 juta dari total anggaran Rp 822 juta. Mereka sudah diperiksa. Tetapi Atma hingga saat ini masih berkeliaran. Kalau dia dianggap sebagai pejabat yang kebal hukum, nah sekarang kami mau buktikan bahwa dia tidak kebal hukum," jelas Ari kepada Tribun.

Kasus dugaan pencabulan Atma terhadap Mt dan Yn membuat masyarakat risih dan gerah. Kegerahan mencuat lantaran kasus ini didiamkan oleh penegak hukum.  Padahal masyarakat memantau dan membincangkan dugaan kasus pencabulan ini. Dan korban sudah membuat laporan resmi ke Polresta Tanjungpinang. Mt dan Yn adalah dua perempuan kakak beradik yang pernah tinggal dalam satu rumah di rumah Atma. (*)

Editor : widodo

BELAJAR DARI KEHIDUPAN AKU BANGKIT DAN MELAWAN!!! (AJI ANUGRAHA)

lawan!! lawan!! lawan!! dan menang!!!
seruan dari pria kelahiran Tanjungpinang 03 juli 1990 bernama Aji Anugraha ,aji menghabisakan masa kecilnya di kota gurindam ini bersekolah di SD 025 tanjungpinang  barat,SMP N 06 tanjungpinang, SMA N 03 tanjungpinang ,dan sekarang dia berkuliah di universitas maritim raja ali haji fakultas ilmu sosial dan politik , dalam perjalanya aji sejak kecil adalah anak yang termasuk kurang beruntung di karnakan dia harus berjualan tiap pagi jam 05.00 ke sekolah-sekolah demi melanjutkan sekolahnya, hal ini di jalanni tanpa ada rasa berat hati dan hal ini juga yang memacunya untuk terus maju dan menyelesaikan studynya tersebut.
dalam perjalanan organisasinya aji sudah tidak di ragukan lagi karna sempat menjabat sebagai
anggota bidang sekretariatan HMIP, berlajut ke BEM fisip umrah menjabat sebagai kepala bidang departemen kajian strategis dalam masa tersebuat aji menunjukan kualitas dalam beroganisasinya alhasil aji di angkat menjadi sekertaris jendral BEM FISIP umrah ,serta di deligasikan menjadi PLT KETUA BEM FISIP UMRAH ,external kampus yang iya jalani dari mulai okp GPPM hingga organisasi gerakan kiri JIM KEPRI menjabat ketua bidang kajian aksi, sapma pp tanjungpinang bendahara, LSM pecel's
sosok ibulah yang membuat aji tetap bersemangat dalam mengukir prestasi dan perjuangan -perjuangan  rakyat.(redaksijimkepri)

                                                           -politic my inspiration-

DARI MUSIC HINGGA MENJADI ORGANISATOR PARTAI (VIDDY RICARD SEPKA WEGI)

Pria kelahiran Padang 8 September 1989 ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara,
bernama viddy ricard sepka wegi akrab di panggil vidong, ini hoby bermusic dan seni semenjak kecil dia termasuk anak yang aktif dalam bermusic dan olah raga, viddy pernah bersekolah di sd n 017 tanjungpinang,smp negri 2 tanjungpinang ,sma pgri tanjungpinang,dan sekarang sedang akan menyelesaikan studynya di universitas maritim raja ali haji tanjungpinang.
pengalaman organisasi viddy pernah menjabat sebagai anggota ke sekretariatan di HMIP ,BEM FISIP sebagai ketua bidang music ,dan pengalaman tersebut yang membawa viddy masuk ke dalam organisasi external kampus yaitu jaringan informasi mahasiswa  tahun 2010 angkatan pertama sebagai anggota di bidang kaderisasi, dalam beberapa tahun dia telah melakukan banyak aksi dan advokasi di jalanan dan melakukan pemberontakan-pemberontakan ala mahasiswa
di dalam dirinya sosok ayah adalah yang mengajarkan bagaimana cara untuk bertahan dan ibu adalah orang yang menyokong dia dalam dunia organisasi
sekarang dia menjabat sebagai wakil skertaris di hanura tanjungpinang timur, tingkatan dan penguasaan politik sangat dia dalami hingga saat ini (redaksijimkepri)

                                                   -dan akhirnya kita tetap dijalan-