hidup dari keluarga yg kurang mampu karna keadaan sosial di daerah tersebut yang hampir tidak pernah terjamah oleh pemerintah pusat maupun daerah, ini membuat hairul tidak putus asa dalam mengeyam pendidikan di tanah melayu kelahiranya tersebut, irul bersekolah di SD N 037 lingga utara dengan jarak tempuh 5 km dari kediamanya tersebut dengan berjalan kaki, dengan semangatnya irul melanjutkan sekolah ketempat yang lebih jauh dari sebelumnya dan dia terpaksa menumpang di salah satu MASJID di lingga dan bersekolah di MTS lingga, SMA N 01 lingga setelah itu irul mencoba untuk memutuskan berkuliah di universitas maritim raja ali haji meskipun irul tau kondisi keluarganya pada waktu itu tidak memungkinkan untuk berkuliah tapi dengan semangat dalam diri untuk menunjukan bawasanya orang kampung juga berhak bersekolah dengan layak,
hairul anwar juga terdapataptar sebagai anggota di GPPM kepri dan menjabat sebagai wakil ketua ikatan mahasiswa kabupaten lingga (IMKL) dari sinilah irul mulai merasakan dengan berorganisasi irul bisa memperluas wawasan dan membawa misi untuk belajar memberikan pengetahuan dan kemajuan di kampung halamannya,hairul belajar untuk melawan semua jenis penindasan pada akhirnya hairul bergabung dalam organisasi mahasiswa garis kiri JIM KEPRI yang pada waktu itu masih menjabat sebagai anggota di jim kota seiring waktu berjalan kesempatan dan wawasan yang dia miliki membawa dia menjadi ketua di DPC JIM LINGGA dengan aggenda awal AKSI 7 EX-NAPI LINGGA yang berhasil hairul selesaikan
atasa nama tirani yang menindas hairul anwar tetap melawan
dukungan orang tua dalam menyelesaikan kuliahnya tidak menghentikan langkahnya untuk terus berbuat dan bertindak demi masyarakat lingga yang sejahtera
-lebih baik mati berdiri dari pada hidup di bawah penindasan-








