Kamis, 29 Desember 2011


jaringan informasi mahasiswa.jpg
JARINGAN INFORMASI MAHASISWA
PROVINSI KEPULAUAN RIAU
M E N G U C A P K A N

SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2012



“SEMOGA DI TAHUN 2012 KITA SEMUA BISA MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA DAN PERGERAKAN MAHASISWA TETAP TERUS BERJALAN BERDASARKAN TIRANI, AMIN”
HIDUP MAHASISWA !!!!!!

Sabtu, 24 Desember 2011

MEDIA JARINGAN INFORMASI MAHASISWA KEPRI EDISI III DESEMBER 2011


GERAKAN MASYARAKAT
PEDULI HIV/AIDS








APA KATA WAKIL RAKYAT TERKAIT HIV/AIDS?



KADERISASI DAN KEPEMIMPINAN
JARINGAN INFORMASI MAHASISWA KEPRI



SELAMAT JALAN KAWAN
“SONDANG HUTAGALUNG”





AKSI SOLIDARITAS TEMAN-TEMAN TANJUNGPINANG UNTUK  KORBAN BAKAR DIRI SONDANG HUTAGALUNG





 B E R I T A


GERAKAN MASYARAKAT PEDULI HIV/AIDS

                Hari HIV/AIDS yang tepatnya jatuh pada tanggal (1/12) diperingati dengan suka cita oleh seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang, ini terlihat saat beberapa elemen yang terdiri dari mahasiswa, Komisi Penanggulangan Aids, dan beberapa LSM/OKP yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli HIV/AIDS membagikan beberapa atribut sempena memperingati Hari HIV/AIDS kepada masyarakat kota Tanjungpinang dan masyarakat itu sendiri diajak untuk merenung dan lebih mawas diri agar terhindar dari virus HIV yang mematikan tersebut. Berdasarkan data dinas kesehatan kota Tanjungpinang, sejak tahun  2002 hingga 2011 sudah ada 812 warga Tanjungpinang yang terinveksi virus HIV dan Aids.

Dari jumlah tersebut, korban yang positif HIV sebanyak  546 orang dan 266 orang penderita Aids. hingga saat ini juga penyakit mematikan ini telah merenggut nyawa 116 orang di Tanjungpinang itu sendiri.

Guna menekan angka penularan virus HIV dan Aids,  di kota tanjungpinang telah tersedia klinik kemuning yang terletak di RSUD Tanjungpinang dan juga di Puskesmas Pancur. Para penderita dapat berkonsultasi dan juga menerima pengobatan tanpa dipungut bayaran.

Dalam kampanye simpatik itu, gerakan masyarakat peduli HIV/AIDS tersebut melakukan pada 3 titik yaitu : Lampu merah batu 6, lampu merah pamedan dan konvoi ke anjung cahaya sekaligus penutupan dengan disuguhkan theatrical mengenai odha dan tanggapan lingkungan sekitarnya. red JIM KEPRI


APA KATA BAPAK-BAPAK WAKIL RAKYAT TERKAIT HIV/AIDS ITU SENDIRI?

Audiensi yang dilakukan oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Tanjungpinang, mahasiswa dan Jaringan Informasi Mahasiswa (JIM) Kepri ke kantor DPRD Kota Tanjungpinang (1/12) berlangsung panas, beberapa perwakilan dari anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang mewakili dari Komisi I, Komisi II dan Komisi III yang ditunjuk langsung oleh Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Bapak Suparno.

                Saat ditanyakan mengenai akan dibawa kemana Tanjungpinang ini? Tidak ada satupun jawaban yang mengarah tepat mengenai kasus HIV/AIDS yang semakin meningkat tiap tahunnya di Kota Tanjungpinang itu sendiri.

Selama ini yang diketahui, dana khusus bantuan yang diberikan kepada Komisi Penanggulangan Aids Kota Tanjungpinang itu sendiri tidak ada, baik Komisi Penanggulangan Aids Provinsi Kepulauan Riau maupun Komisi Penanggulangan Aids Kota Tanjungpinang, kedua komisi ini sementara benar-benar mengandalkan dana bantuan dari Global Fund yang berasal dari Luar Negeri.

Diakhir pertemuan audiensi yang dilakukan antara mahasiswa, Komisi Penanggulangan Aids Kota Tanjungpinang dan Jaringan Informasi Mahasiswa dengan beberapa perwakilan dari Komisi I, Komisi II, Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, mereka berjanji akan memperjuangkan dan meloloskan anggaran untuk Komisi Penanggulangan Aids Kota Tanjungpinang.

“Kami akan meloloskan anggaran KPA kota Tanjungpinang” seru Bapak Sundari perwakilan dari Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang. red JIM KEPRI



MENCIPTAKAN KADERISASI DAN PEMIMPIN PEMUDA
MELALUI LATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT I JARINGAN INFORMASI MAHASISWA KEPULAUAN RIAU

Latihan kepemimpinan Tingkat I yang diadakan oleh Jaringan Informasi Mahasiswa Kepulauan Riau berlangsung lancar, acara yang diadakan pada hari Sabtu (10/12) di gedung Lembaga Adat Melayu Kota Tanjungpinang diikuti lebih kurang 30 orang mahasiswa gabungan dari Univerxitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI), Sekolah Tinggi Agama Islam Sultan Abdul Rahman (STAI SAR) Kepulauan Riau, dan sekolah tinggi lainnya.

Pemateri pertama diisi langsung oleh Bapak Drs. Benny Kusmajadi selaku Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Provinsi Kepulauan Riau dengan Materi Kepemimpinan, dilanjutkan dengan pemateri kedua yang diisi langsung oleh Saudara Gilang Ichsan Pratama selaku Ketua Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Provinsi Kepulauan Riau dengan Materi Motivasi Organisasi, kemudian dilanjutkan pemateri ketiga dari Saudara Arianto dari Komisi Informasi Publik dengan Materi Sosisalisasi UU Keterbukaan Informasi Publik dan terakhir dari Saudara Imam Gusnaldi selaku Ketua Pengkaderan Jaringan Informasi Mahasiswa (JIM-KEPRI) dengan Materi Kaderisasi dan Motivasi.

Melalui buku “Evaluasi Latihan Kepemimpinan Tingkat I  Jaringan Informasi Mahasiswa Kepulauan Riau” semua peserta diminta untuk menilai dari kelangsungan acara yang dilaksanakan baik dari segi pemateri maupun acara itu sediri, dan ternyata mereka sangat antusias, hanya saja mereka menyayangkan mengapa pesertanya dinilai kurang ramai. “Mengapa kurang ramai kak?” tukas Febri, salah satu peserta dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Dari pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Ketau Jaringan Informasi Mahasiswa Kepulauan Riau “Disini kami memang sengaja membuat dengan jumlah kita yang hadir karena jumlah yang sedikit justru memaksimalkan hasil pembelajaran, seharusnya kalian bangga dengan diri kalian sendiri karena kalianlah orang yang terpilih dan menyempatkan diri untuk mengikuti acara ini ditengah mahasiswa-mahasiswa yang lain yang jam segini diujung minggu istirahat, tetapi kalian rela menghabiskan waktu kalian untuk menggali ilmu yang  gag kalian dapat di kampus kalian” Pungkas Arie Sunandar saat menanggapi pertanyaan dari perwakilan teman-teman mahasiswa tadi.

 “Terimakasih kak udah ngadain acara ini, sering-sering ya kak ngadain acara kayak gini terus kami diundang” potong mahasiswa yang lain sambil tersenyum.




SELAMAT JALAN KAWAN
SONDANG HUTAGALUNG

Siapa yang tidak mengenal Sondang Hutagalung, seorang mahasiswa Universitas Bung Karno Fakultas Hukum yang saat ini sedang menjalani Semester VII dan tengah menyusun skripsi. Seorang mahasiswa yang terkenal aktivis dikalangan teman-teman mahasiswanya. Beliau terkenal sebagai aktivis Hak Azasi Manusia (HAM) ini terlihat karena beliau tergabung didalam sahabat munir dan juga merupakan ketua dari Himpunan Advokasi Mahasiswa Untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia (HAMMURABI).

Semasa hidupnya beliau terkenal sangat menentang kepemerintahan SBY-BOEDIONO yang dinilai sudah sangat bobrok, melalui organisasi dan dorongan nuraninya beliau sering membantu menyuarakan suara rakyat Indonesia, dan terakhir sebelum meninggal beliau sempat terlibat aksi meminta SBY-BOEDIONO untuk mundur dari jabatannya (7/12).

                Dihari yang sama setelah melakukan aksi meminta SBY-BOEDIONO untuk mundur dari jabatannya tepat jam 17.30 WIB di depan Istana Negara beliau membakar dirinya dengan menyiramkan bensin di seluruh tubuhnya dan kemudian membakar dirinya sendiri, kejadian itu berlangsung cepat 3 menit sampai polisi yang masih berjaga disekitar Istana Negara tersebut sadar dan menghampiri korban.

                Saat dihampiri korban tersebut sudah terbaring dengan kondisi menggenaskan, diperkirakan 90% badan korban terbakar hanya meninggalkan sepatu yang dikenakan korban, saat diotopsi ternyata korban bernama Sondang Hutagalung, sebelumnya pihak terkait menemukan kesulitan karena ridak menemukan tanda mengenal di diri korban seperti dompet, handphone atau yang lainnya.

                Setelah keluarga korban dihubungi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, mereka membenarkan bahwa korban adalah Sondang Hutagalung, ini dilihat dari gigi dan sepatu yang dikenakan korban. Sempat menjalani rawat inap selama 3 hari 2 malam sampai akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya diumurnya 22 tahun yang tergolong masih sangat muda untuk seukuran mahasiswa yang memiliki kepedulian yang tinggi kepada bangsa dan negaranya. red JIM-KEPRI

Pray for Sondang Hutagalung





Sondang

LANGIT runtuh
Hukum tersungkur
di kaki para koruptor yang bercokol
di pusat kekuasaan

Kau hanya anak sopir angkutan
yang mengais rejeki sepanjang jalan
tak akan sanggup melawan para tiran
yang mengendalikan semua aturan

Maka kemarahanmu yang membara
menghanguskan tubuhmu
Apimu memercik ke penjuru negeri
Membakar semangat perlawanan

Tubuhmu kini menyala
di hati sopir taksi, pedagang asongan,
ibu setengah baya yang mulai beruban,
dan kaum marhaen yang kau cintai

Dan mereka lalu menyeru:
“Patriot Perubahan akan terus melawan!”

Karya : Adhie Masardhi




AKSI SOLIDARITAS TEMAN-TEMAN TANJUNGPINANG 
UNTUK  KORBAN BAKAR DIRI SONDANG HUTAGALUNG

                Kejadian korban bakar diri di depan Istana Negara (7/12) menggemparkan dunia mahasiswa dan masyarakat Indonesia, adanya pro dan kontra atas kejadian tersebut, tetapi secara keseluruhan mereka pro dengan aksi nekat yang dilakukan oleh Sondang Hutagalung, tetapi mereka sangat menyayangkan mengapa beliau yang menjadi korban bukannya pejabat-pejabat diatas sana.

                Tidak hanya di daerah Jawa yang melakukan aksi solidaritas korban bakar diri Sondang Hutagalung tersebut, tetapi juga teman-teman mahasiswa di Kota Tanjungpinang, selain Jaringan Informasi Mahasiswa (JIM) Kepulauan Riau, ada Mahasiswa yang tergabung didalam Front Aksi Mahasiswa (FAM) UMRAH dan Gerakan Marhainisme Nasionalis Indonesia (GMNI).

                Selasa (13/12)  Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung Jaringan Informasi Mahasiswa Kepulauan Riau menggelar aksi solidaritas mengenang kematian aktivis HAM, Sondang Hutagalung, yang tewas dalam aksi bakar diri di depan Istana Negara beberapa waktu lalu. aksi tersebut digelar di bundaran Jalan Basuki Rahmat.
                Mahasiswa tersebut menuntut turunnya SBY-BOEDIONO karena dinilai tidak pekanya SBY-BOEDIONO didalam permasalahan yang terjadi di Indonesia. Selain mengkritisi pusat, mereka juga mengkritisi pemerintahan daerah yang diakibatkan kegagalan dari pemerintahan pusat.

                Selain membakar foto kepala Negara tersebut, mereka juga sempat memblokade jalan untuk aksi tutup mulut dan berduka cita atas meninggalnya ketidak adilan dan kepekaan kepala Negara terhadap rakyatnya. red JIM-KEPRI



T A H U K A H   A N D A ?  




APAKAH LSM ITU?
Lembaga swadaya masyarakat  (LSM) adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang yang secara sukarela yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya.
Organisasi ini dalam terjemahan harfiahnya dari Bahasa Inggris dikenal juga sebagai Organisasi non pemerintah (disingkat ornop atau ONP (Bahasa Inggris: non-governmental organization; NGO).
Organisasi tersebut bukan menjadi bagian dari pemerintah, birokrasi ataupun negara. Maka secara garis besar organisasi non pemerintah dapat di lihat dengan ciri sbb :
  • Organisasi ini bukan bagian dari pemerintah, birokrasi ataupun negara
  • Dalam melakukan kegiatan tidak bertujuan untuk memperoleh keuntungan (nirlaba)
  • Kegiatan dilakukan untuk kepentingan masyarakat umum, tidak hanya untuk kepentingan para                 anggota seperti yang di lakukan koperasiataupun organisasi profesi.

Berdasarkan Undang-undang No.16 tahun 2001 tentang Yayasan, maka secara umum organisasi non pemerintah di indonesia berbentuk yayasan.


Jenis dan kategori LSM
  • Secara garis besar dari sekian banyak organisasi non pemerintah yang ada dapat di kategorikan sbb :
  • Organisasi donor, adalah organisasi non pemerintah yang memberikan dukungan biaya bagi kegiatan ornop lain.
  • Organisasi mitra pemerintah, adalah organisasi non pemerintah yang melakukan kegiatan dengan bermitra dengan pemerintah dalam menjalankan kegiatanya.
  • Organisasi profesional, adalah organisasi non pemerintah yang melakukan kegiatan berdasarkan kemampuan profesional tertentu seperti ornop pendidikan, ornop bantuan hukum, ornop jurnalisme, ornop kesehatan, ornop pengembangan ekonomi dll.
  • Organisasi oposisi, adalah organisasi non pemerintah yang melakukan kegiatan dengan memilih untuk menjadi penyeimbang dari kebijakan pemerintah. Ornop ini bertindak melakukan kritik dan pengawasan terhadap keberlangsungan kegiatan pemerintah.


Tugas pokok LSM adalah:
  • Sebagai wadah yang menampung, memproses, mengelola dan atau melaksanakan semua bentuk aspirasi masyarakat dalam bidang pembangunan.
  • Menumbuh kembangkan jiwa dan semangat serta memberdayakan masyarakatdalam pembangunan
  • Melaksanakan, mengendalikan dan mengawasi serta memotivasi masyarakatsecara dalam memelihara hasil pembangunan secara berkesinambungan.
  • turut serta menciptakan suasana yang kondusif;


LSM mempunyai fungsi :
  • wadah penyalur kegiatan sesuai dengan kepentingan anggotanya.
  • Wadah pembinaan dan pengembangan anggotanya dalam usaha mewujudkan tujuan organisasi.
  • Wadah peran serta dalam usaha mensukseskan pembangunan Nasional
  • Sarana penyalur aspirasi anggota dan atau masyarakat dan sebagai sarana komunikasi sosial timbal balik antara anggota dan atau antara organisasi kemasyarakatan dengan organisasi kekuatan sosial politik, badan permusyawaratan perwakilan rakyat dan pemerintah.
  • Dan salah satu syarat berdirinya LSM kan harus ada izin penyelenggaraan dari pemerintah daerah setempat, punya AD/ART jelas, ada kegiatan dan yang terpenting tertib administrasinya, akuntabel dan transparan.




PERBEDAAN ORGANISASI
INTERN & EKSTERN KAMPUS

Berbicara tentang dunia kampus tak lepas dari ulasan seluruh elemen yang terkandung di dalamnya. Mulai dari kebijakan yang ditetapkan top management dalam hal ini rektorat sampai berbagai aktivitas kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa. Sebagai mahasiswa haruslah memiliki integritas, jiwa kepemimpinan serta jiwa sosial. Dan organisasi merupakan wadah yang tepat untuk mengasah dan melatih integritas, kepemimpinan serta jiwa sosial tersebut. Oleh karena itu, keberadaan organisasi di tengah-tengah mahasiswa memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter mahasiswa.Dalam Wikipedia, ada dua tipe organisasi kemahasiswaan yakni yang bersifat internal kampus dan eksternal kampus. Perbedaan antara keduanya terletak pada keterkaitan dengan pihak kampus itu sendiri. Organisasi intern kampus begitu terikat dengan birokrat kampus sedangkan ekstern kampus berdiri independen tanpa terikat dengan birokrat kampus dan umumnya terkait dengan aliran politik atau ideologi tertentu.

                Baik intern maupun ekstern kampus, tidak terbebas dari kepentingan politik. Toh pada dasarnya, menurut Aristoteles, manusia adalah Zoon Politicon, yaitu makhluk yang berpolitik. Hanya saja, gerakan politik yang diusung oleh gerakan mahasiswa bukanlah gerakan politik kekuasaan.Namun gerakan politik mahasiswa lebih pada gerakan politik nilai. Mahasiswa dituntut untuk memperjuangkan nilai-nilai yang sifatnya universal. Banyak sudah kontaminasi aktivitas politik yang membius pemikiran-pemikiran dan orisinalitas mahasiswa yang kemudian menjalar hingga organisasi mahasiswa baik intern maupun ekstern.Seolah-olah mahasiswa dijadikan alat untuk mencapai tujuan dan cita-cita golongan tertentu.Banyak organisasi ekstern kampus yang menjadi promotor dan kontributor dalam prosesi ekspansi elite politik ke dalam kampus.Untuk memperluas dan memperkaya diri, masing-masing organisasi ekstern kampus tersebut mencoba memasukkan ideologi dan tujuan-tujuan golongan ke dalam intern kampus. Kondisi seperti ini menimbulkan kompetisi tak sehat antar organisasi ekstern di dalam kampus, berbagai macam cara dioperasikan untuk menunjukkan kekuatan mereka masing-masing. Sehingga mereka rentan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan eksistensi, kekuatan dan kekuasaan dengan cara-cara khas mereka. Hal ini membawa dampak yang begitu hebat dalam dinamika mahasiswa di dalam kampus.
                Kampus yang merupakan tempat lahirnya idealisme pemikiran, ide-ide yang segar dan orisinil agaknya sudah diracuni dengan suatu proses pemaksaan ideologi. Kebebasan berfikir dan jalan idealisnya ditentukan oleh politik berkepentingan sehingga mereka tak ubahnya hanya sebuah “robot intelektual”. Amat tragis ketika faham-faham politik praktis organisasi ekstern masuk ke dalam kampus dan merusak tatanan yang indah ini lewat organisasi intra kampus yang mereka anggap sebagai batu loncatan dalam reposisi penyebarannya. Layaknya ketika mengatakan bahwa artis Cinta Laura kebarat-baratan dengan pengucapannya yang khas itu. Sama halnya dengan organisasi intra kampus yang condong dan mengarah pada organisasi ekstern kampus.
                Perbedaan yang ada antara organisasi intra dan ekstra kampus, biarlah itu menjadi kondisi obyektif dari gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa sekarang berbeda dengan gerakan mahasiswa pada zaman-zaman perjuangan melawan tirani rezim orde baru. Mahasiswa, baik yang berasal dari intern maupun ekstern kampus, saling bersinergis melakukan sebuah gerakan bersama untuk melawan setiap tindakan yang dilakukan oleh rezim saat itu. Hingga pada puncaknya, gerakan mahasiswa dapat memetik buah manis dari perjuangan yang mereka lakukan dengan ditandai turunnya Bapak Pembangunan itu.
                Mahasiswa yang mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di bangku kuliah, dituntut tidak hanya melulu memikirkan hal-hal yang bersifat akademis saja, tetapi juga diharapkan mampu menjadi tempat harapan bagi rakyat tertindas. Untuk itu, perlu kita rapatkan barisan gerakan mahasiswa ini. Jangan posisikan diri kita menjadi tersekat-sekat dalam ruang sempit yang sebetulnya itu hanya akan membinasakan kita sendiri. Baik organisasi intern maupun ekstern kampus sama-sama memiliki peran penting dalam gerakan mahasiswa.Kampus yang notabene salah satu tempat pengkaderan calon pemimpin bangsa, idealnya menghasilkan pola demokrasi yang sehat dan tidak saling mendominasi.Sehingga tidak menjadikan semua organisasi ekstern untuk kemudian membuat/menyepakati sebuah legalitas atas nama rumusan Standart Operational Prosedure untuk konsep ekspansi aktivitasnya di dalam kampus. Seperti pepatah dalam kisah romansa, bahwa berjalan berdampingan dan memahamiketidaksempurnaan (perbedaan) dengan cara yang sempurna sehingga menjadikannya suatu kehidupan yang sempurna.



M O T I V A S I




Jangan jadi bagian dari masalah, tetapi jadilah bagian dari pemecahan masalah. Mario Teguh

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. Mario Teguh

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan. Mario Teguh

Jangan menolak perubahan hanya karena kita takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya kita merendahkan nilai yang bisa kita capai melalui perubahan itu. Mario Teguh
Kita tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila kita berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama kita. Kita akan disebut baru, hanya bila cara-cara kita baru. Mario Teguh








 Anda bisa kunjungi di situs web kami
Blog        ; Jimkepri.blogspot.com
Twitter :  @Jimkepri
Facebook : facebook/Jimkepri




Pelindung: Ketua Jaringan Informasi
                Mahasiswa Kepri
Penulis   : Belladina
Ketua Redaksi : Fatih Muftih

Jumat, 23 Desember 2011

MEDIA JARINGAN INFORMASI MAHASISWA KEPRI EDISI II NOVEMBER 2011




    KOTORNYA    
   KOTA    
     GURINDAM !!



Apa Kata Masyarakat mengenai Wajah Kota Gurindam yang kini dipenuhi dengan sampah?


Kota Tanjungpinang juga punya Museum



Pelantikan Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Komisariat UMRAH



Sepintas Karya anak Daerah Kepulauan Riau





B E R I T A 




KOTORNYA
KOTA GURINDAM !!

                Akhir-akhir ini yang sering menjadi sorotan masyarakat kota Tanjungpinang adalah sampah yang justru berserakan dijalan-dijalan kecil bukan dijalan utama kota tanjungpinang dan dipermukaan laut. Tidak banyak yang peduli akan pentingnya kebersihan wajah kota gurindam ini.

                "Saat ini banyak warga yang kurang memperhatikan lingkungannya, sehingga kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Oleh karena itu, harus ada larangan keras yang dibuat Pemko. Kepada siapa saja yang membuang sampah sembarangan harus  dikenakan sanksi tegas," kata Arif menyoal persoalan sampah di Pelantar dan Tanjungpinang secara keseluruhan,

                Parahnya, sampah-sampah seperti kardus, kaleng minuman dan sampah bekas makanan sudah menutupi permukaan air laut di pelantar 2.
                Warga yang ditemui di pelantar 2 membenarkan bahwa sampah-sampah yang mencemari laut itu sudah terjadi sejak Lebaran lalu. Menurut dia, sampah-sampah ini dibawa arus laut.
                Saat ditemui secara terpisah, Kepala Kantor Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Tanjungpinang, Mariati, justru mengaku belum menerima keluhan langsung dari warga pelantar 2 menyusul banyaknya sampah di sana.
“Kita belum pernah mendapatkan keluhan dari warga pelantar 2 terkait banyaknya sampah yang ada di sekitar kawasan tersebut. Jika warga minta dibersihkan, maka kita akan bekerja sama dengan warga pelantar 2 untuk membersihkan semua sampah yang ada di sana,” ujar Mariati.

                Menurut Mariati, pihaknya selain mengangkut sampah di pemukiman warga juga membersihkan sampah yang ada di bibir pantai, seperti di pelantar 2.
                Pengelolaan sampah pesisir di pelantar II Tanjungpinang dan sekitarnya harus terintegrasi, yakni dengan melibatkan semua pihak terkait. Sampah yang terdapat di sekitar pelantar II itu selain berasal dari aktivitas rumah tangga warga, diduga juga berasal dari aktivitas perdagangan, pelayaran dan transportasi.  Ada pasar tradisional didalamnya.  Para pedagang, baik pedagang ikan, sayur, daging, penjual makanan dan minuman, dan barang dagangan lainnya ada yang bukan warga pelantar. Mereka hanya menjalankan kegiatan perdagangan di pasar tradisional itu dari pagi hingga sore hari. Lalu ada pekerja dan para pengunjung untuk membeli barang keperluan mereka disana.
                Kemudian ada aktivitas pelayaran dan transportasi. Ada kapal yang berlabuh dan berlalulintas disana. Selama berlabuh menunggu pemberangkatan, mengisi bahan bakar minyak atau bahan keperluan lainnya, ada aktivitas yang menghasilkan sampah. Terlepas besar atau kecil volumenya dan diduga ada yang tercecer di laut, sengaja maupun tidak disengaja. Saya bukan menuduh, dan bukan bermakasud melakukan investigasi kearah itu. Syukur bila tidak dibuang ke laut. Logikanya, sampah ada karena ada aktivitas manusia.
                Ada lalu lintas pompong sebagai sarana transportasi orang dan barang dari Sengggarang, Kampung Bugis atau dari luar wilayah kota Tanjungpinang, seperti daerah lainnya disekitar pesisir Bintan ke kawasan pelantar tersebut. Ada yang hanya mengantar penumpang saja dan ada juga yang terlibat langsung dalam perdagangan ikan atau pelaku pasar lainnya.


                Sampah yang diangkat barusan dalam gotong royong bersama antara pihak PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Tanjungpinang, Warga Pelantar, LSM dan pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan Tanjungpinang itu, hanya sebagian dari tumpukan sampah yang ada. Itu sampah yang menganga diatas lahan terbuka milik warga yang rumahnya terbakar. Masih banyak sampah lain yang berada dibawah pelantar rumah ataupun ruko.
                Karena jenis sampahnya pada umumnya berasal dari bahan yang terbuat dari plastic seperti  kantong, botol minuman dan jenis lainnya, maka sampah itu mudah bergerak mengikuti arus air laut maupun angin. Namun bisa juga menetap disana karena sudah menyatu dengan lumpur dan terhalang tonggak-tonggak tiang beton pelantar yang rapat jaraknya satu dengan lainnya. Dari hasil pengamatan sementara seperti itu.
                Pengelolaan sampah pesisir di Pelantar ini harus terpadu dengan melibatkan semua pihak terkait. Bila tidak, kita akan terjebak pad da perilaku yang saling menyalahkan satu dengan lainnya.



 T A H U K A H   A N D A ?


TANJUNGPINANG JUGA PUNYA MUSEUM

                Tahukah kalian bahwa Kota Tanjungpinang juga mempunyai Museum yang berisikan sejarah-sejarah tentang kemerdekaan semasa tempo dulu. Museum itu diberi nama Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota memberikan ruang yang luas kepada seluruh masyarakat untuk mengetahui dan mempelajari benda koleksi yang dipamerkan di museum. Kami menyadari koleksi yang ada di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah belumlah memadai sebagaimana yang diharapkan kita semua, namun setidaknya dapat memberikan kontribusi pada khalayak ramai. Harapan kami dengan adanya museum, kepada pemilik barang yang menguasai benda warisan budaya dapat menyerahkan kepada Pemerintah untuk menambah khazanah koleksi museum.
                Menelusuri jejak Kota Tanjungpinang dapat dilakukan dengan berkunjung ke Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, yang menempati eks gedung pertama Sekolah Tingkat Dasar masa kolonial dengan namaHollandsch-Inlandsche School (HIS) tahun 1918, yang pada zaman Jepang diganti dengan nama Futsuko Gakko. Pada zaman kemerdekaan gedung ini tetap difungsikan sebagai Sekolah Rakyat dan akhirnya dijadikan SD 01 sampai tahun 2004. Mengingat gedung ini memiliki nilai penting bagi sejarah awal mula pendidikan di Tanjungpinang, maka direkomendasikan untuk dijadikan Museum Kota Tanjungpinang dengan nama Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.
                Koleksi yang dipamerkan di museum menceritakan tentang Tanjungpinang Kota Bermula, Seni dan Budaya, Keragaman Budaya di Kota Tanjungpinang, dan berbagai jenis keramik yang dikumpulkan dari Tanjungpinang dan daerah sekitarnya. Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah diharapkan dapat menjadi pusat studi wisata budaya, pelestarian, dan upaya menjadikan masyarakat lebih menghayati nilai luhur kebudayaan.

KOLEKSI KERAMIK
I. KOLEKSI ETNOGRAFI
                Koleksi etnografi merupakan benda-benda hasil budaya berbagai etnis berupa peralatan yang digunakan untuk upacara maupun dipakai sehari-hari seperti perhiasan atau aksesori, busana, senjata, dan juga peralatan rumah tangga.
II. KOLEKSI KERAMOLOGIKA
                Koleksi keramik kebanyakan untuk peralatan rumah tangga dengan bahan tanah liat. Umumnya berasal dari China, Jepang, dan Eropa, seperti kendi, piring, guci, atau tempayan.
III. KOLEKSI TEKNOLOGIKA
                Benda-benda koleksi teknologika merupakan benda hasil teknologi yang menggambarkan tingkat pencapaian teknologi suatu zaman. Benda-benda koleksi berupa alat-alat musik diantaranya gramafon, akordeon, alat-alat teknologi seperti mesin penggiling karet, telepon engkol, dll.
GALERI KERAGAMAN BUDAYA
IV. KOLEKSI HISTORIKA
                Benda-benda atau sesuatu yang mempunyai nilai kesejarahan, menjadi objek studi tentang sejarah meliputi kurun waktu ditemukan catatan-catatan tentang sejarah, masuknya pengaruh bangsa lain. Benda-benda tersebut pernah digunakan berhubungan dengan kejadian/peristiwa sejarah. Koleksi-koleksi yang dipamerkan antara lain artefak, catatan dan naskah kuno, gambar-gambar ilustrasi, miniatur, dan foto-foto.
V. NUMISMATIKA DAN HERALDIKA
                Koleksi numismatik merupakan benda-benda yang pernah beredar dan digunakan masyarakat seperti koin, uang kertas, dan token. Sedangkan koleksi heraldika berupa lambang-lambang, medali/tanda jasa, cap/stempel, dan amulet.
VI. FILOLOGIKA
                Benda koleksi yang merupakan hasil budaya manusia masa lampau berbentuk tulisan tangan. Koleksi seperti ini sangat banyak ditemukan di daerah Pulau Penyengat yang memang terkenal sebagai kawasan budaya sastra Melayu.

Naskah-naskah tersebut berisikan hal-hal yang berhubungan dengan ajaran agama, hukum, silsilah, perjanjian, dan lain sebagainya. 
KOLEKSI GALERI
ALAM PERKAWINAN MELAYU
VII. FOTO-FOTO SEJARAH
                Salah satu andalan di setiap museum adalah koleksi foto sejarah, demikian pula dengan Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Koleksi foto sejarah yang dimiliki diharapkan dapat membangkitkan rasa cinta kepada Tanjungpinang yang terus berkembang seperti tergambar pada foto-foto yang ditampilkan. Hal ini tentu saja akan dapat pula mengundang rasa nostalgia yang memberikan nilai tambah terhadap Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.
VIII. PELAMINAN
                Satu lagi andalan Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah adalah Pelaminan Melayu yang ditata sedemikian rupa sehingga diharapkan pengunjung akan terbawa pada suasana pernikahan Melayu yang sebenarnya. Di ruang yang khusus diperuntukkan untuk pelaminan ini menggambarkan bahwa adat istiadat pernikahan Melayu tidak pernah dilupakan dan ditinggalkan oleh masyarakat Tanjungpinang yang masyarakatnya terdiri dari berbagai kaum.
Sumber: Brosur 'Museum Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah' (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang.

Alamat:

Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah

Jl. Ketapang no.2

Tanjungpinang
Kepulauan Riau
Telp. 0771-31388
http://museumtanjungpinang.org

Jam Kunjungan:

Selasa-Minggu 08.30-14.30

Jumat 08.30-11.30

Tiket:

Gratis



PELANTIKAN SATUAN PELAJAR MAHASISWA PEMUDA PANCASILA (SAPMA PP) KOMISARIAT UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
 

                Sempena memperingati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 november, Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila Komisariat UMRAH melaksanakan malam renungan sekaligus pelantikan ddari ketiga komisariat yaitu dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Aditiyo Hardiyanto, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Adreas Febrico, dan Fakultas Ekonomi (FEKON) Angga Sosrowinoto didepan Gedung daerah tepatnya di tugu proklamasi.

                Dalam acara itu, dihadiri oleh Bapak Boby Jayanto selaku sesepuh, kaderisasi Pemuda Pancasila Kota Tanjungpinang, petinggi-petinggi dari Pemuda Pancasila Kota Tanjungpinang, ketua SAPMA PP PROVINSI KEPRI, ketua SAPMA PP KOTA TANJUNGPINANG, ketua Srikandi, OKP-OKP dan Ormawa seperti BEM, HIMA-HIMA dari setiap universitas maupun sekolah tinggi.

                Diakhir acara ini, disuguhkan theatrical dari gabungan setiap SAPMA PP Komisariat UMRAH dalam memperingati hari pahlawan yang telah memperjuangkan Negara dan Bangsa Indonesia itu sendiri, selain theatrical ada pembacaan puisi dari Bapak Boby Jayanto dan Undangan lainnya termasuk anggota SAPMA PP Komisariat UMRAH itu sendiri. red JIM-KEPRI



SEPINTAS KARYA ANAK DAERAH KEPULAUAN RIAU

                Fatih Muftih adalah seorang penulis dari kalangan mahasiswa yang saat ini sedang menjalani perkuliahan di kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) semester V Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
               
                Salah satu bentuk nyata dari karya anak daerah ini adalah “TAK MELAYU HILANG DIJAWA” yang tak tanggung-tanggung beberapa kali mendapat juara 1 (satu) dan 2 (Dua) di daerah Tanah Jawa seperti Yogyakarta dan Jakarta.

                Dalam buku “TAK MELAYU HILANG DIJAWA” dikisahkan tentang kehidupan sehari-harinya dan kisah seputar lingkungannya dimana dia bekerja dan menuntut ilmu, satu-satu bukti ketidak puasannya terhadap kampusnya sendiripun ada disalah satu judul cerita didalam buku tersebut. Suka cita yang dihadapi penulis dituturkan kepada Tim Redaksi JIM-KEPRI sendiri,

                Penasaran? nantikan launching buku “TAK MELAYU HILANG DIJAWA” karya Fatih Muftih.



CURAHAN HATI SEORANG FATIH MUFTIH SANG PENULIS MUDA BERBAKAT

                Melalui Media Jaringan Informasi Mahasiswa Kepri, faith begitu sapaannya berbagi pengalaman, suka cita saat pertama kali mencoba menulis sampai akhirnya menerbitkan buku sendiri. sebuah karya sastra yang sempurna untuk kalangan seumuran faith. Apa saja kata faith?berikut penuturannya.

                Banyak kisah yang lahir  dibalik penggarapan buku pertama saya, kadang tak pernah terfikirkan akan memiliki buku dalam usia semua ini, mengingat banyak sastrawan-sastrawan besar Indonesia yang baru bisa memiliki buku ketika berusia 20-an keatas. Tapi ada seseorang yang terus menyemangati saya untuk tetap dan terus berkarya. Pesannya yang terakhir agar saya mengumpulkan naskah cepen saya dan mengumpulkannya menjadi satu jilid. Lantas, tentu saja menerbitkannya.

                Siapa dia? Akan saya ceritakan di akhir tulisan ini, dalam proses penulisan cerpen demi cerpen itu saya mendapati banyak pengalaman serta pembelajaran yang tentunya tidak akan saya lupakan. Mengingat dari situ saya banyak mendapat perspektif baru. Saya jadi teringfat betul tentang perlakuan diskriminatif yang dilakukan salah satu panitia yang memenangkan cerpen saya. Menurut mereka, saya yang orang jawa tidaklah mungkin bisa menulis sebuah kisah berlatar belakangkan budaya melayu yang kental seperti ini. Mereka menduga saya telah melakukan plagiasi terhadap karya sastra yang ada.

                Namun, karena saya merasa tidak melakukan  plagiasi seperti apa yang mereka tuduhkan, saya tetap maju lantas saya kumpulkan bukt-bukti interview saya dengan narasumber. Hasilnya merekapun terdiam setelah saya menujukkan bukti yang akurat. Kadang untuk jadi sukses ditanah orangt sebagai pendatang, perlu kerja yang lebih.

                Satu lagi kisah dibalik penulisan kumpulan cerpen “TAK MELAYU HILANG DIJAWA” yang membuat saya bergedik!. Saya baru percaya jika kekeuatan kata-kata dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum. Pada saat itu, cerpen saya dimuat di Haluan Kepri. Cerpen itu saya tulismurni karena hati saya merasa terpanggil untuk menuliskannya. Tidak ada maksud apapun dibalik penulisan cerpen itu. Sekali lagi saya tegaskan MURNI! Nyatanya ada sekelompok pihak yang merasa tersinggung dengan cerpen yang saya tulis. Mereka tak henti meneror saya dan yang paling (sempat) membuat saya bingung adalah permintaan mereka. Dua hari setelah publikasi mereka menuntut saya untuk mengadakan pers release untuk mencabut cerpen saya yang disinyalir menyinggung kelompok tersebut. Jika tidak, maka mereka akan melakukan sesutau yang buruk terhadap saya.

                Ini sempat membuat saya gusar dan gentar. Bagaimana tidak, saat itu saya terbilang masih bau kencur. Baru satu tahun saya menginjakkan kaki di Kota ini, tiba-tba sebuah kelompok meneror saya, pada saat itu saya sempat didera frustasi yang luar biasa. Bahkan saya sempat ingin pension dini dari dunia penulisan. Namun, seseorang yang pernah saya singgung di paragraph awal menasihati bahkan siap membantu saya. Menurutnya, setelah mengamati cerpen saya tidak ada kesalahan dari kata-kata yang saya tuliskan. Tidak ada kalimat yang menyatakan pencemaran nama baik kepada seseorang maupun kepada kelompok tertentu.

                “Tetap maju! Saya dibelakangmu” tegasnya saat itu. Dan ini sangat-sangat membantu disaat kondisi psikologis saya yang ambruk. Sayapun mulai tidak menanggapi teror-teror yang datang dari kelompok itu. Bahkan jika perlupun saya bisa melaporkan mereka pada pihak yang berwajib. Tapi saya rasa tidaklah perlu. Saya msih ingin hidup tenang dan baik-baik saja dikota orang. Lambat laun, kelompok yang meneror saya itupun bosan dan menghilang entah kemana. Detik itupun saya memulai membangunkembali mental saya untuk kembali menulis, menulis dan menulis.

                Dengan keringat dan doa, maka 18 (Delapan Belas) cerpen itu dirasa cukup untuk dibukukan. Amka pada tanggal 16 September 2011, “TAK MELAYU HILANG DI JAWA” buku kumpulan cerpen saya resmi diterbitkan. Menggandeng penerbit Leutikaprio dari Yogyakarta, tentunya bukan alasan menerbitkannya di penerbit Indie. Apalagi kalau bukan alasan klasik yang tetap menggelitik, dana. Tapi saya harus punya buku, setidaknya untuk menegaskan eksistensi saya sebagai penulis. Ada kesedihan yang mendalam yang membuat saya sangat terpukul. Seseorang yang saya sebut diparagraf awal itu tak sempat elihat karya pertaama saya. Apdahal draft untuk meminta endorsement serta kata pengantar darinyasudah saya sodorkan. Tapi apa daya, tak ada yang bisa menantang masa. Beliau keburu dijemput oleh Yang Terkasih. Pada tanggal 13 Juli 2011 saya harus kehilangan orang paling berjasa dibalik karier kepenulisan saya. Dia adalah Tusiran Susen. Padahal tia yang paling indah bagi saya kecuali mempersembahkan karya karya saya buat orang-orang yang saya cintai dan orang-orang yang mencintai saya.  red JIM-KEPRI



Pelindung : Ketua Jaringan Informasi                     
                   Mahasiswa Kepulauan                  
                   Riau
Penulis     : Belladina
Ketua Redaksi : Fatih Muftih