GERAKAN MASYARAKAT
PEDULI HIV/AIDS
APA KATA WAKIL RAKYAT TERKAIT HIV/AIDS?
KADERISASI DAN KEPEMIMPINAN
JARINGAN INFORMASI MAHASISWA KEPRI
SELAMAT JALAN KAWAN
“SONDANG HUTAGALUNG”
AKSI SOLIDARITAS TEMAN-TEMAN TANJUNGPINANG UNTUK KORBAN BAKAR DIRI SONDANG HUTAGALUNG
GERAKAN MASYARAKAT PEDULI HIV/AIDS
Hari
HIV/AIDS yang tepatnya jatuh pada tanggal (1/12) diperingati dengan suka cita
oleh seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang, ini terlihat saat beberapa elemen
yang terdiri dari mahasiswa, Komisi Penanggulangan Aids, dan beberapa LSM/OKP yang
tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli HIV/AIDS membagikan beberapa atribut
sempena memperingati Hari HIV/AIDS kepada masyarakat kota Tanjungpinang dan
masyarakat itu sendiri diajak untuk merenung dan lebih mawas diri agar
terhindar dari virus HIV yang mematikan tersebut. Berdasarkan data dinas
kesehatan kota Tanjungpinang, sejak tahun
2002 hingga 2011 sudah ada 812 warga Tanjungpinang yang terinveksi virus
HIV dan Aids.
Dari jumlah
tersebut, korban yang positif HIV sebanyak
546 orang dan 266 orang penderita Aids. hingga saat ini juga penyakit
mematikan ini telah merenggut nyawa 116 orang di Tanjungpinang itu sendiri.
Guna menekan
angka penularan virus HIV dan Aids, di
kota tanjungpinang telah tersedia klinik kemuning yang terletak di RSUD
Tanjungpinang dan juga di Puskesmas Pancur. Para penderita dapat berkonsultasi
dan juga menerima pengobatan tanpa dipungut bayaran.
Dalam kampanye
simpatik itu, gerakan masyarakat peduli HIV/AIDS tersebut melakukan pada 3
titik yaitu : Lampu merah batu 6, lampu merah pamedan dan konvoi ke anjung
cahaya sekaligus penutupan dengan disuguhkan theatrical mengenai odha dan
tanggapan lingkungan sekitarnya. red JIM KEPRI
APA KATA BAPAK-BAPAK
WAKIL RAKYAT TERKAIT HIV/AIDS ITU SENDIRI?
Audiensi yang
dilakukan oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Tanjungpinang, mahasiswa
dan Jaringan Informasi Mahasiswa (JIM) Kepri ke kantor DPRD Kota Tanjungpinang
(1/12) berlangsung panas, beberapa perwakilan dari anggota DPRD Kota
Tanjungpinang yang mewakili dari Komisi I, Komisi II dan Komisi III yang
ditunjuk langsung oleh Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Bapak Suparno.
Saat ditanyakan mengenai akan
dibawa kemana Tanjungpinang ini? Tidak ada satupun jawaban yang mengarah tepat
mengenai kasus HIV/AIDS yang semakin meningkat tiap tahunnya di Kota
Tanjungpinang itu sendiri.
Selama ini
yang diketahui, dana khusus bantuan yang diberikan kepada Komisi Penanggulangan
Aids Kota Tanjungpinang itu sendiri tidak ada, baik Komisi Penanggulangan Aids
Provinsi Kepulauan Riau maupun Komisi Penanggulangan Aids Kota Tanjungpinang,
kedua komisi ini sementara benar-benar mengandalkan dana bantuan dari Global
Fund yang berasal dari Luar Negeri.
Diakhir
pertemuan audiensi yang dilakukan antara mahasiswa, Komisi Penanggulangan Aids
Kota Tanjungpinang dan Jaringan Informasi Mahasiswa dengan beberapa perwakilan
dari Komisi I, Komisi II, Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, mereka berjanji
akan memperjuangkan dan meloloskan anggaran untuk Komisi Penanggulangan Aids
Kota Tanjungpinang.
“Kami akan
meloloskan anggaran KPA kota Tanjungpinang” seru Bapak Sundari perwakilan dari
Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang. red JIM KEPRI
MENCIPTAKAN KADERISASI DAN PEMIMPIN PEMUDA
MELALUI LATIHAN
KEPEMIMPINAN TINGKAT I JARINGAN INFORMASI MAHASISWA KEPULAUAN RIAU
Latihan
kepemimpinan Tingkat I yang diadakan oleh Jaringan Informasi Mahasiswa
Kepulauan Riau berlangsung lancar, acara yang diadakan pada hari Sabtu (10/12)
di gedung Lembaga Adat Melayu Kota Tanjungpinang diikuti lebih kurang 30 orang
mahasiswa gabungan dari Univerxitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Sekolah
Tinggi Teknologi Indonesia (STTI), Sekolah Tinggi Agama Islam Sultan Abdul
Rahman (STAI SAR) Kepulauan Riau, dan sekolah tinggi lainnya.
Pemateri
pertama diisi langsung oleh Bapak Drs. Benny Kusmajadi selaku Sekretaris Komisi
Penanggulangan Aids Provinsi Kepulauan Riau dengan Materi Kepemimpinan,
dilanjutkan dengan pemateri kedua yang diisi langsung oleh Saudara Gilang Ichsan
Pratama selaku Ketua Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP)
Provinsi Kepulauan Riau dengan Materi Motivasi Organisasi, kemudian dilanjutkan
pemateri ketiga dari Saudara Arianto dari Komisi Informasi Publik dengan Materi
Sosisalisasi UU Keterbukaan Informasi Publik dan terakhir dari Saudara Imam
Gusnaldi selaku Ketua Pengkaderan Jaringan Informasi Mahasiswa (JIM-KEPRI)
dengan Materi Kaderisasi dan Motivasi.
Melalui buku
“Evaluasi Latihan Kepemimpinan Tingkat I
Jaringan Informasi Mahasiswa Kepulauan Riau” semua peserta diminta untuk
menilai dari kelangsungan acara yang dilaksanakan baik dari segi pemateri
maupun acara itu sediri, dan ternyata mereka sangat antusias, hanya saja mereka
menyayangkan mengapa pesertanya dinilai kurang ramai. “Mengapa kurang ramai
kak?” tukas Febri, salah satu peserta dari Universitas Maritim Raja Ali Haji
(UMRAH).
Dari
pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Ketau Jaringan Informasi Mahasiswa
Kepulauan Riau “Disini kami memang sengaja membuat dengan jumlah kita yang
hadir karena jumlah yang sedikit justru memaksimalkan hasil pembelajaran,
seharusnya kalian bangga dengan diri kalian sendiri karena kalianlah orang yang
terpilih dan menyempatkan diri untuk mengikuti acara ini ditengah
mahasiswa-mahasiswa yang lain yang jam segini diujung minggu istirahat, tetapi
kalian rela menghabiskan waktu kalian untuk menggali ilmu yang gag kalian dapat di kampus kalian” Pungkas
Arie Sunandar saat menanggapi pertanyaan dari perwakilan teman-teman mahasiswa
tadi.
“Terimakasih kak udah ngadain acara ini,
sering-sering ya kak ngadain acara kayak gini terus kami diundang” potong
mahasiswa yang lain sambil tersenyum.
SELAMAT JALAN KAWAN
SONDANG HUTAGALUNG
Siapa yang tidak
mengenal Sondang Hutagalung, seorang mahasiswa Universitas Bung Karno Fakultas
Hukum yang saat ini sedang menjalani Semester VII dan tengah menyusun skripsi.
Seorang mahasiswa yang terkenal aktivis dikalangan teman-teman mahasiswanya.
Beliau terkenal sebagai aktivis Hak Azasi Manusia (HAM) ini terlihat karena
beliau tergabung didalam sahabat munir dan juga merupakan ketua dari Himpunan
Advokasi Mahasiswa Untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia (HAMMURABI).
Semasa
hidupnya beliau terkenal sangat menentang kepemerintahan SBY-BOEDIONO yang
dinilai sudah sangat bobrok, melalui organisasi dan dorongan nuraninya beliau
sering membantu menyuarakan suara rakyat Indonesia, dan terakhir sebelum
meninggal beliau sempat terlibat aksi meminta SBY-BOEDIONO untuk mundur dari
jabatannya (7/12).
Dihari yang sama setelah
melakukan aksi meminta SBY-BOEDIONO untuk mundur dari jabatannya tepat jam
17.30 WIB di depan Istana Negara beliau membakar dirinya dengan menyiramkan
bensin di seluruh tubuhnya dan kemudian membakar dirinya sendiri, kejadian itu
berlangsung cepat 3 menit sampai polisi yang masih berjaga disekitar Istana
Negara tersebut sadar dan menghampiri korban.
Saat dihampiri korban tersebut
sudah terbaring dengan kondisi menggenaskan, diperkirakan 90% badan korban
terbakar hanya meninggalkan sepatu yang dikenakan korban, saat diotopsi
ternyata korban bernama Sondang Hutagalung, sebelumnya pihak terkait menemukan
kesulitan karena ridak menemukan tanda mengenal di diri korban seperti dompet,
handphone atau yang lainnya.
Setelah keluarga korban
dihubungi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, mereka membenarkan
bahwa korban adalah Sondang Hutagalung, ini dilihat dari gigi dan sepatu yang
dikenakan korban. Sempat menjalani rawat inap selama 3 hari 2 malam sampai
akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya diumurnya 22 tahun yang
tergolong masih sangat muda untuk seukuran mahasiswa yang memiliki kepedulian
yang tinggi kepada bangsa dan negaranya. red JIM-KEPRI
Sondang
LANGIT runtuh
Hukum tersungkur
di kaki para koruptor yang bercokol
di pusat kekuasaan
Kau hanya anak sopir angkutan
yang mengais rejeki sepanjang jalan
tak akan sanggup melawan para tiran
yang mengendalikan semua aturan
Maka kemarahanmu yang membara
menghanguskan tubuhmu
Apimu memercik ke penjuru negeri
Membakar semangat perlawanan
Tubuhmu kini menyala
di hati sopir taksi, pedagang asongan,
ibu setengah baya yang mulai beruban,
dan kaum marhaen yang kau cintai
Dan mereka lalu menyeru:
“Patriot Perubahan akan terus
melawan!”
Karya : Adhie Masardhi
AKSI SOLIDARITAS
TEMAN-TEMAN TANJUNGPINANG
UNTUK KORBAN
BAKAR DIRI SONDANG HUTAGALUNG
Kejadian korban bakar diri di
depan Istana Negara (7/12) menggemparkan dunia mahasiswa dan masyarakat
Indonesia, adanya pro dan kontra atas kejadian tersebut, tetapi secara
keseluruhan mereka pro dengan aksi nekat yang dilakukan oleh Sondang
Hutagalung, tetapi mereka sangat menyayangkan mengapa beliau yang menjadi
korban bukannya pejabat-pejabat diatas sana.
Tidak hanya di daerah Jawa yang
melakukan aksi solidaritas korban bakar diri Sondang Hutagalung tersebut,
tetapi juga teman-teman mahasiswa di Kota Tanjungpinang, selain Jaringan
Informasi Mahasiswa (JIM) Kepulauan Riau, ada Mahasiswa yang tergabung didalam
Front Aksi Mahasiswa (FAM) UMRAH dan Gerakan Marhainisme Nasionalis Indonesia
(GMNI).
Selasa (13/12) Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung
Jaringan Informasi Mahasiswa Kepulauan Riau menggelar aksi solidaritas
mengenang kematian aktivis HAM, Sondang Hutagalung, yang tewas dalam aksi bakar
diri di depan Istana Negara beberapa waktu lalu. aksi tersebut digelar di
bundaran Jalan Basuki Rahmat.
Mahasiswa tersebut menuntut turunnya
SBY-BOEDIONO karena dinilai tidak pekanya SBY-BOEDIONO didalam permasalahan
yang terjadi di Indonesia. Selain mengkritisi pusat, mereka juga mengkritisi
pemerintahan daerah yang diakibatkan kegagalan dari pemerintahan pusat.
Selain membakar foto kepala
Negara tersebut, mereka juga sempat memblokade jalan untuk aksi tutup mulut dan
berduka cita atas meninggalnya ketidak adilan dan kepekaan kepala Negara
terhadap rakyatnya. red JIM-KEPRI
T A H U K A H A N D A ?
APAKAH LSM ITU?
Lembaga
swadaya masyarakat (LSM) adalah sebuah
organisasi yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang yang secara
sukarela yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk
memperoleh keuntungan dari kegiatannya.
Organisasi ini
dalam terjemahan harfiahnya dari Bahasa Inggris dikenal juga sebagai Organisasi
non pemerintah (disingkat ornop atau ONP (Bahasa Inggris: non-governmental
organization; NGO).
Organisasi
tersebut bukan menjadi bagian dari pemerintah, birokrasi ataupun negara. Maka
secara garis besar organisasi non pemerintah dapat di lihat dengan ciri sbb :
- Organisasi ini bukan bagian dari pemerintah, birokrasi ataupun negara
- Dalam melakukan kegiatan tidak bertujuan untuk memperoleh keuntungan (nirlaba)
- Kegiatan dilakukan untuk kepentingan masyarakat umum, tidak hanya untuk kepentingan para anggota seperti yang di lakukan koperasiataupun organisasi profesi.
Berdasarkan Undang-undang No.16
tahun 2001 tentang Yayasan, maka secara umum organisasi non pemerintah di
indonesia berbentuk yayasan.
Jenis dan kategori
LSM
- Secara garis besar dari sekian banyak organisasi non pemerintah yang ada dapat di kategorikan sbb :
- Organisasi donor, adalah organisasi non pemerintah yang memberikan dukungan biaya bagi kegiatan ornop lain.
- Organisasi mitra pemerintah, adalah organisasi non pemerintah yang melakukan kegiatan dengan bermitra dengan pemerintah dalam menjalankan kegiatanya.
- Organisasi profesional, adalah organisasi non pemerintah yang melakukan kegiatan berdasarkan kemampuan profesional tertentu seperti ornop pendidikan, ornop bantuan hukum, ornop jurnalisme, ornop kesehatan, ornop pengembangan ekonomi dll.
- Organisasi oposisi, adalah organisasi non pemerintah yang melakukan kegiatan dengan memilih untuk menjadi penyeimbang dari kebijakan pemerintah. Ornop ini bertindak melakukan kritik dan pengawasan terhadap keberlangsungan kegiatan pemerintah.
Tugas pokok LSM
adalah:
- Sebagai wadah yang menampung, memproses, mengelola dan atau melaksanakan semua bentuk aspirasi masyarakat dalam bidang pembangunan.
- Menumbuh kembangkan jiwa dan semangat serta memberdayakan masyarakatdalam pembangunan
- Melaksanakan, mengendalikan dan mengawasi serta memotivasi masyarakatsecara dalam memelihara hasil pembangunan secara berkesinambungan.
- turut serta menciptakan suasana yang kondusif;
LSM mempunyai fungsi
:
- wadah penyalur kegiatan sesuai dengan kepentingan anggotanya.
- Wadah pembinaan dan pengembangan anggotanya dalam usaha mewujudkan tujuan organisasi.
- Wadah peran serta dalam usaha mensukseskan pembangunan Nasional
- Sarana penyalur aspirasi anggota dan atau masyarakat dan sebagai sarana komunikasi sosial timbal balik antara anggota dan atau antara organisasi kemasyarakatan dengan organisasi kekuatan sosial politik, badan permusyawaratan perwakilan rakyat dan pemerintah.
- Dan salah satu syarat berdirinya LSM kan harus ada izin penyelenggaraan dari pemerintah daerah setempat, punya AD/ART jelas, ada kegiatan dan yang terpenting tertib administrasinya, akuntabel dan transparan.
PERBEDAAN ORGANISASI
INTERN & EKSTERN
KAMPUS
Berbicara
tentang dunia kampus tak lepas dari ulasan seluruh elemen yang terkandung di
dalamnya. Mulai dari kebijakan yang ditetapkan top management dalam hal ini
rektorat sampai berbagai aktivitas kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa.
Sebagai mahasiswa haruslah memiliki integritas, jiwa kepemimpinan serta jiwa
sosial. Dan organisasi merupakan wadah yang tepat untuk mengasah dan melatih
integritas, kepemimpinan serta jiwa sosial tersebut. Oleh karena itu,
keberadaan organisasi di tengah-tengah mahasiswa memiliki peranan penting dalam
pembentukan karakter mahasiswa.Dalam Wikipedia, ada dua tipe organisasi
kemahasiswaan yakni yang bersifat internal kampus dan eksternal kampus.
Perbedaan antara keduanya terletak pada keterkaitan dengan pihak kampus itu
sendiri. Organisasi intern kampus begitu terikat dengan birokrat kampus
sedangkan ekstern kampus berdiri independen tanpa terikat dengan birokrat
kampus dan umumnya terkait dengan aliran politik atau ideologi tertentu.
Baik intern maupun ekstern
kampus, tidak terbebas dari kepentingan politik. Toh pada dasarnya, menurut
Aristoteles, manusia adalah Zoon Politicon, yaitu makhluk yang berpolitik.
Hanya saja, gerakan politik yang diusung oleh gerakan mahasiswa bukanlah
gerakan politik kekuasaan.Namun gerakan politik mahasiswa lebih pada gerakan
politik nilai. Mahasiswa dituntut untuk memperjuangkan nilai-nilai yang
sifatnya universal. Banyak sudah kontaminasi aktivitas politik yang membius
pemikiran-pemikiran dan orisinalitas mahasiswa yang kemudian menjalar hingga
organisasi mahasiswa baik intern maupun ekstern.Seolah-olah mahasiswa dijadikan
alat untuk mencapai tujuan dan cita-cita golongan tertentu.Banyak organisasi
ekstern kampus yang menjadi promotor dan kontributor dalam prosesi ekspansi
elite politik ke dalam kampus.Untuk memperluas dan memperkaya diri,
masing-masing organisasi ekstern kampus tersebut mencoba memasukkan ideologi
dan tujuan-tujuan golongan ke dalam intern kampus. Kondisi seperti ini
menimbulkan kompetisi tak sehat antar organisasi ekstern di dalam kampus,
berbagai macam cara dioperasikan untuk menunjukkan kekuatan mereka
masing-masing. Sehingga mereka rentan menghalalkan segala cara untuk
mempertahankan eksistensi, kekuatan dan kekuasaan dengan cara-cara khas mereka.
Hal ini membawa dampak yang begitu hebat dalam dinamika mahasiswa di dalam
kampus.
Kampus yang merupakan tempat
lahirnya idealisme pemikiran, ide-ide yang segar dan orisinil agaknya sudah
diracuni dengan suatu proses pemaksaan ideologi. Kebebasan berfikir dan jalan
idealisnya ditentukan oleh politik berkepentingan sehingga mereka tak ubahnya
hanya sebuah “robot intelektual”. Amat tragis ketika faham-faham politik
praktis organisasi ekstern masuk ke dalam kampus dan merusak tatanan yang indah
ini lewat organisasi intra kampus yang mereka anggap sebagai batu loncatan
dalam reposisi penyebarannya. Layaknya ketika mengatakan bahwa artis Cinta
Laura kebarat-baratan dengan pengucapannya yang khas itu. Sama halnya dengan
organisasi intra kampus yang condong dan mengarah pada organisasi ekstern
kampus.
Perbedaan yang ada antara
organisasi intra dan ekstra kampus, biarlah itu menjadi kondisi obyektif dari
gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa sekarang berbeda dengan gerakan mahasiswa
pada zaman-zaman perjuangan melawan tirani rezim orde baru. Mahasiswa, baik
yang berasal dari intern maupun ekstern kampus, saling bersinergis melakukan
sebuah gerakan bersama untuk melawan setiap tindakan yang dilakukan oleh rezim
saat itu. Hingga pada puncaknya, gerakan mahasiswa dapat memetik buah manis
dari perjuangan yang mereka lakukan dengan ditandai turunnya Bapak Pembangunan
itu.
Mahasiswa yang mendapatkan
kesempatan mengenyam pendidikan di bangku kuliah, dituntut tidak hanya melulu
memikirkan hal-hal yang bersifat akademis saja, tetapi juga diharapkan mampu
menjadi tempat harapan bagi rakyat tertindas. Untuk itu, perlu kita rapatkan
barisan gerakan mahasiswa ini. Jangan posisikan diri kita menjadi
tersekat-sekat dalam ruang sempit yang sebetulnya itu hanya akan membinasakan
kita sendiri. Baik organisasi intern maupun ekstern kampus sama-sama memiliki
peran penting dalam gerakan mahasiswa.Kampus yang notabene salah satu tempat
pengkaderan calon pemimpin bangsa, idealnya menghasilkan pola demokrasi yang
sehat dan tidak saling mendominasi.Sehingga tidak menjadikan semua organisasi
ekstern untuk kemudian membuat/menyepakati sebuah legalitas atas nama rumusan
Standart Operational Prosedure untuk konsep ekspansi aktivitasnya di dalam
kampus. Seperti pepatah dalam kisah romansa, bahwa berjalan berdampingan dan
memahamiketidaksempurnaan (perbedaan) dengan cara yang sempurna sehingga
menjadikannya suatu kehidupan yang sempurna.
M O T I V A S I
Jangan jadi bagian dari masalah, tetapi jadilah bagian dari
pemecahan masalah. Mario Teguh
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk
mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil. Mario Teguh
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa
lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan. Mario
Teguh
Jangan menolak perubahan hanya karena kita takut kehilangan
yang telah dimiliki, karena dengannya kita merendahkan nilai yang bisa kita
capai melalui perubahan itu. Mario Teguh
Kita tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila kita
berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama kita. Kita akan disebut baru,
hanya bila cara-cara kita baru. Mario Teguh
Anda bisa kunjungi di
situs web kami
Blog ;
Jimkepri.blogspot.com
Twitter : @Jimkepri
Facebook : facebook/Jimkepri
Pelindung: Ketua Jaringan Informasi
Mahasiswa Kepri
Penulis : Belladina
Ketua Redaksi : Fatih Muftih
|


Tidak ada komentar:
Posting Komentar