TANJUNGPINANG, www.kepribangkit.com
– Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Informasi
Mahasiswa (JIM) menggelar aksi demo di Pamedan Tanjungpinang pada Kamis
18 April 2013.Aksi demo diikuti sekitar 35 personil JIM dan berlangsung dengan tertib. Dalam orasinya, mereka meminta Menkumham agar segera mempercepat pengesahan tentang Undang Undang Pencabulan kepada wanita. Selanjutnya juga meminta Mendagri agar lebih tegas terhadap oknum kepolisian, dalam menanggapi kasus.
JIM juga menyoroti beberapa pejabat di Kepri yang berkasus tetapi oleh pihak aparat kepolisian seolah didiamkan. “Seperti kasus salah seorang pejabat di Diknas Provinsi Kepri yang sampai sakarang tidak jelas penyelesaiannya. Kita minta Depdagri menegur aparat kepolisian yang ada di Tanjungpinang,” kata Koordinator JIM Kepri Ari Susanto dalam orasinya.
Ari Susanto juga meminta Menteri Pemberdayaan Perempuan turun di Provinsi Kepri untuk melihat kinerja P2TP2A yang terkesan mandul. Demikian Menteri Pendidikan juga diminta turun ke Provinsi Kepri untuk memberikan pelatihan kepada oknum pendidik serta melakukan pencopotan baik formal maupun non formal kepada pendidik yang terbukti melakukan kesalahan cukup fatal, seperti halnya kasus pencabulan.
“Jangan sampai timbul opini masyarakat bahwa Menteri Pendidikan seolah olah menutupi kesalahan. Ini persoalan serius yang menyangkut anak bangsa. Pemerintah harus secepatnya ambil tindakan,” ujar Ari.
Menurut Ari, salah seorang pejabat di lingkungan Diknas Kepri yang berinisial At selain diduga terkait tindak pidana pencabulan, juga ada indikasi terlibat dalam tindak pidana korupsi pembangunan Madrasyah Aliyah Negeri di Bintan Timur. “Namun hingga saat ini yang bersangkutan tidak tersentuh hukum. Kita juga mensinyalir ada korupsi senilai Rp500juta lebih dari total anggaran sekitar Rp822 juta,” ungkapnya. Menurutnya kasus dugaan korupsi ini sudah masuk Pengadilan Negeri, namun tidak ada langkah lebih lanjut untuk hal ini. (heny)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar